Suka Duka Anak Freelancer


Halo semua selamat pagi menjelang siang. Hari ini saya ingin berbagi. Mungkin lebih condong ke curhat tentang pengalaman saya menjado seorang freelancer selama 1 tahun terakhir.

Apa sih freelancer dan kenapa saya memilih freelancer?

Mungkin untuk orang indonesia kata freelancer ini tidak terlalu familiar. Lebih tepatnya freelancer itu kekerja lepas yang tidak di ikat oleh waktu ataupaun atasan. bekerja sesuai kemampuan masing-masing (versi saya sendiri). Atau lebih tepatnya freelancer itu pengangguran tapi gak nganggur.
Seorang freelancer biasanya mempunyai bakat atau kemampuan sendiri. Mereka biasnya mempromosiakn diri mereka di sosial media, situs pekerja lepas dan ain sebagainya.
Saya sendiri, saya tidak yakin apa sebenarnya kempuan ayng sya miliki sampai-sampai menjadi freelancer selama 1 tahun.

Saya lulusan SMK dengan jurusan rekayasa perangkat lunak bekerja menjadi seorang barista. Pekerjaan ini membuat saya jenuh karena saya pikir saya menyianyiakan bakat alami saya (sok hebat). Saya memutuskan untuk keluar dan berlarih profesi menjadis eorang pengajar di salah satu SMK. Saya menghabiskan waktu 1 tahun untuk mengajar anak-anak di SMK, sampai akhirnya rasa jenuh dan tidak nyaman kembali menghantui. Sebenarnya ketika menjadi  tenaga pengajar, saya sudah menjadi freelancer dengan mengerjakan proyek-proyek kecil seperti membuat logo, membuat video perusahaan dan lain sebagainya, hanya saja itu bukanlah freelancer karena saya masih berstatus tenaga pengajar.
Saya paling kiri dan guru paling kece (haha)
Setelah memutuskan untuk keluar dari lingku sekolah, akhirnya saya mulai berfikir. Sebenarnya apa yang saya inginkan.? Uangkah, ketenaran.? setelah menghabiskan beberapa abad (bercanda) akahirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang freelancer dengan mengasah kemabali skil pemrograman saya untuk di jadikan senjata uatama saya dalam memulai karir sebagia seorang freelancer. Mugnkin dari berbagai faktor, sebelum saya menjadi freelancer saya sempat mengirm lamaran pekerjaan kesana-kemari tapi tidak ada respon jadi otak saya sedikit luntur dan apa saja saya kerjakan untuk bisa makan (sungguh ironi bukan).

Apa yang saya kerjakan ketika menjadi freelancer?

Saat itu (2016) memang kondisinya sangat krisis dan segala hal tidak menunjang. Saya bukan tipe orang yang suka berkumpul dan berpangku kepada keluarga dan kenyataanya kondisi keluarga saya memag tidak baik dari dulu. Saya tinggal di sebuah kontrakan kecil seorang diri.
Di awal-awal saya memulai debut saya  (ciew debut) menjadi seorang freelancer saya mengira akan sangat menyenangkan dan akan mendapat bnayak orderan. Nyatanya satu minggu pertama saya tidak mendapat orderan satupun (saat itu saya berkeliaran si situs freelancer.com, project.id, fivver). Lantas saya tidak patah semangat, saya memutuskan utnuk terus melanjutkan karir saya menjadi seorang freelancer. Hingga suatu hari saya menemukan situs buatan indonesia yang merupakan situs jual beli barang digital (digital product). Disana saya mulai mejual keahlian saya dalam mebuat prorgram, tema, template dan lain sebagainya.

P-store?

Well, untuk kalian yang tidak tahu p-store itu apa, akan saya jelaskan sedikit. P-store merupakan sebuah situs marketplace dimana situs ini mempertemukan antara penjual dan pembeli, pemilik proyek dan pembuat proyek. Mereka dipertemukan di satu tempat. Ya miri-mirip lah seperti buka lapak. hanya saja p-store lebih banyak mendukung prduk digital seperti pembuatan akun, membuat email, membuat aplikasi, membuat blog, situs dan lain sebagainya.
Saya mmeulai memjual skil saya utnuk membuat anding page perusahaan kala itu. Tidak terlalu sulit untuk mencari pelanggan di p-store karena cukup ramai ternyata disana. Berselang beberapa hari akhirnya saya mendapat proyek untuk mengerjakan situs sekolah (tidak akan saya beri tahu nama situsnya, karena saya tidak yakin kalian menyukai situsnya).

Produk apa saja yang saya jual di p-store.?

sejak saya bergabung di p-store saya sudah menjual berbagai macam barang dan jasa di sana. kalin bisa cek barang dan jasa saya di pstore "erikkun28" berjualan jasa tidak akan sellau mendapat review bagus, ada saja yang memberikan review yang buruk. Mungkin karena pekerjaan saya yang kurang.

Pendapatan dari freelancer

Berikut saya lampirkan penghasilan saya dari p-store 2 bulan terakhir (2017). Tidak terlalu besar tapi ini saya syukuri dengan baik.
gamabr tahun 2017

Selain di p-store.?

Mungkin saya satu-satunya freelancer indonesia yang mengerjakan apa saja supaya mendapatkan uang untuk makan (hahaa). Selain di p-store, saya juga menerima jasa di luar p-store, saya berpromosi di facebook (tidak dengan fb ads) melalui grup tentang jasa dan produk saya. 
Saya sering menerima order pembuatan aplikasi android berita, pembuatan logo, pembuatan landing page dan lain sebagainya  yang saya kuasai.

Suka duka jadi freelancer.?

Suka :



  1. Kerja sesuai keingin kita.
  2. Tidak ada tekanan atasan ataupun tugas-tugas lain yang bersangkutan dengan pekerjaan.
  3. Tugas jelas karena sesuai dengan apa yang di kuasai.
  4. Bisa tidur kapan saja.
  5. Bisa jalan-jalan kapan saja.
  6. Bisa makan dan minum di jam kerja.
  7. Bisa chat si Doi kapan aja (haha).

Duka :

  1. Terkadang tidak ada orderan sama sekali dalam satu hari, satu minggu bahkan lebih (ironi sekali).
  2. Ketemu client bawel dan gajelas (tapi dikerjakan karena butuh haha).
  3. Bayaran terkadang di cicil.
  4. Sekalinya ada proyek, pasti sibuk.
Oke, mugkin itu saja yang bisa saya bagikan. Banyak hal terjadi sepanjang saya menjadi seorang freelacer. Dimulai mengenal bitcoin, bergabung berinvestasi, terkena tipu invstasi bitcoin dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menjadi freelancer tetap saja dan menikmati kegiatan yang saya sukai.
Jika ada komentar padas atau semacamnya, silahkan lempar dibawah. Kita sharing-sharing saja, mungkin bisa menambah ilmu saya. Sekian dari saya wasalam.

0 Response to "Suka Duka Anak Freelancer"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel